"Opsi salah satunya itukan mahsiswa juga ada kuliah online, jadi kita gunakan virtual background serentak. Jadi kita kan sebenarnya pengen orang-orang juga tahu Omnibus Law. Jadi biar di kelas mereka juga saling mengetahui di kelas masing-masing mungkin dengan dosen agar bisa dikusi tentang RUU ini mendapatkan perspektif dari mereka," jelas Wicaksana.
Meski begitu, hingga kini pihaknya juga masih terus berkoordinasi dengan BEM dari kampus lainnya terkait aksi besok. Ia berharap agar aksi penolakan dari mahasiswa ini berjalan dengan kondusif.
"Kita masih koordinasi lanjutan dengan BEM lainnya. Ya jelas intinya tetap ingin ke Jakarta. Kita masih jalin komunikasi juga dengan yang di sana, kita masih melihat perkembagan situasi yang ada," tutupnya.
(Angkasa Yudhistira)