Tenun ikat sendiri dibuat dari kain lungsin yang sudah dicelup ke dalam zat pewarna alami guna mendapatkan motif sesuai keinginan. Selain itu, berbeda dengan songket yang motifnya hanya terlihat pada salah satu sisi kain, motif tenun ikat bisa dilihat di kedua sisi kain.
(Foto : Dinas Koperasi NTB)
Kain Gringsing
Jangan heran kalau kamu melihat kain gringsing mirip dengan tenun ikat Lombok. Pasalnya, kain gringsing memang berasal dari ‘tetangga dekat’ Lombok, yaitu Bali, tepatnya di Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem. Yang istimewa dari kain ini adalah, ini merupakan satu-satunya kain yang dibuat menggunakan teknik tenun ikat ganda yang memerlukan waktu 2 hingga 5 tahun.
Kain gringsing berasal dari kata ‘gring’ yang berarti ‘sakit’ serta ‘sing’ yang berarti ‘tidak’. Memang, kain ini dipercaya bisa menjadi penolak bala. Tidak heran jika kain ini kerap digunakan dalam berbagai upacara adat di Bali seperti upacara potong gigi, pernikahan atau upacara keagamaan lain.
(Foto : Okezone)
Batik
Siapa sih yang tidak kenal kain batik? Kain tradisional ini memang paling dikenal wisatawan mancanegara sehingga menjadikannya semacam identitas bangsa Indonesia. Kain batik dibuat menggunakan malam dan memiliki desain batik berbeda di setiap daerah penghasilnya.
Beberapa budaya yang masuk ke Indonesia ikut mempengaruhi ragam warna dan corak batik yang ada saat ini. Misalnya, batik berwarna cerah dipopulerkan oleh warga Tionghoa yang juga mempopulerkan corak phoenix.