Militer Filipina Tangkap Perempuan WNI, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 10 Oktober 2020 16:15 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

Orang tua Rullie adalah pasangan militan yang menurut pihak berwenang Filipina melancarkan serangan bunuh diri yang menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya selama Misa Minggu di katedral Jolo di Provinsi Sulu yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Pasangannya, Andi Baso, diyakini bertanggungjawab atas ledakan di sebuah gereja di Kalimantan Timur pada 2016 yang menewaskan seorang anak dan melukai tiga lainnya. Sobejana mengatakan Andi Baso tewas dalam baku tembak dengan pasukan Filipina di Sulu pada Agustus dan tes DNA sedang dilakukan untuk memastikan apakah jasad yang ditemukan adalah miliknya.

Rullie ditangkap bersama dua wanita lainnya, termasuk Inda Nurhaina, yang menurut militer adalah istri komandan Abu Sayyaf Ben Yadah.

Yadah, yang dikenal dengan nama panggilannya Ben Tatoo, adalah salah satu tersangka utama pemenggalan dua turis Kanada sandera Abu Sayyaf di Sulu pada 2016. Yadah masih buron dan dikaitkan dengan penculikan baru-baru ini di Sulu.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya