WASHINGTON DC - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menyambut kedatangan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto ke Pentagon pada Jumat (16/10/2020).
Sebelumnya, AS mencabut de facto larangan masuk terhadap Prabowo yang diberlakukan terkait tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Prabowo, (68), sejak lama menjadi sorotan para aktivis HAM terkait masalah Timor Leste.
BACA JUGA: Prabowo dan Menhan AS Bahas Kerja Sama Militer Semasa Pandemi Covid-19
Namun sejak menjabat sebagai Menhan, Prabowo menjadi tokoh penting saat pemerintahan Trump berupaya memperkuat hubungan pertahanan dengan Indonesia. Kekhawatiran AS adalah, militer Indonesia juga didekati oleh Rusia dan China.
Sumber pejabat senior pertahanan AS mengatakan pada Reuters bahwa dia sangat mendukung keputusan menyambut kedatangan Prabowo ke Pentagon untuk bertemu Menhan AS Mark Esper.
“Menhan Prabowo ditunjuk sebagai menteri pertahanan dua kali oleh presiden Indonesia yang terpilih, yang merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia,” papar pejabat pertahanan AS secara anonim pada Reuters.
“Dia adalah mitra kita, kemitraan yang sangat penting, dan penting bahwa kita berhubungan dengan dia dan memperlakukannya sebagai seorang mitra,” tutur sumber pejabat AS itu.
BACA JUGA: Menhan Prabowo Akan Serahkan Rantis Maung ke TNI
Prabowo akan menerima briefing resmi di wilayah Washingtong DC pada Kamis (15/10/2020) saat Indonesia berminat memberi jet tempur. Rusia juga tertarik menjual jet tempurnya pada Indonesia.
Amnesty International dan kelompok HAM tidak setuju dengan keputusan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS untuk memberi Prabowo visa, termasuk dulu saat putra Prabowo lulus dari Universitas Boston.
Prabowo menjelaskan pada Reuters pada 2012 saat dia ditolak visanya ke AS karena dituduh memicu kerusuhan yang menewaskan ratusan orang setelah Presiden Suharto terguling pada 1998.