Antisipasi Dampak La Nina, Doni Monardo Tinjau Titik Nol Kilometer Sungai Ciliwung

Binti Mufarida, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2020 11:52 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo. (Dok BNPB)
Share :

JAKARTA – Guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat dampak fenomena La Nina, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meninjau Telaga Saat atau Nol Kilometer Sungai Ciliwung, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020). Dalam kunjungannya itu, Doni didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Walikota Bogor Bima Arya, dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Doni menjelaskan Telaga Saat adalah suatu tempat di kawasan Cisarua yang merupakan nol kilometer Ciliwung atau nol kilometer Sungai Ciliwung. Dalam kesempatan itu, pihaknya secara simbolis menanam bibit vetiver dan pohon keras di Telaga Saat sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

“Telaga Saat ini pada periode tahun 2018 awal masih ditutupi gulma. Sebagian besar atau sekitar 85% itu daratan, hanya 15% saja yang terdiri dari air,” katanya dalam diskusi secara virtual “Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi” dari Telaga Saat, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020).

“Pada saat yang bersamaan Bapak Presiden Jokowi mencanangkan program Citarum Harum. Beliau berada di hulunya Citarum yaitu tepatnya di Situ Cisanti yang merupakan nol kilometer Citarum,” kata Doni.

Doni mengatakan, ia yang saat itu menjabat sebagai Komandan Resort Militer (Danrem) 061 Surya Kencana Bogor meminta bantuan Danrem Surya Kencana, Bogor, Kolonel Inf Mohammad Hasan yang kini menjadi Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk menggerakkan program revitalisasi Telaga Saat.

“Teman-teman saya yang waktu itu menjadi Danrem 061 Surya Kencana di Bogor itu menyampaikan pesan ‘Pak Doni Citarum sudah punya Nol Kilometer, Ciliwung belum’. Padahal Ciliwung itu berada adalah di Telaga Saat. Saya waktu itu meminta bantuan kepada Bapak Danrem Kolonel Infantri Mohammad Hasan yang saat ini sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang sekarang pangkatnya Mayor Jenderal Mohamad Hasan,” cerita Doni.

Kemudian, kata Doni, proses revitalisasi dibantu mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Hingga akhirnya Telaga Saat sekarang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata.

Baca Juga : Kepala BNPB Ungkap Pentingnya Mitigasi Nonstruktural Hadapi La Nina

“Pak Hasan yang pertama menggerakkan bersama-sama dengan para relawan menggerakkan komponen yang ada di untuk memulai merintis program revitalisasi Telaga Saat. Dibantu oleh Bapak Djarot waktu itu, akhirnya mendapat dukungan penuh dari Bapak Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono sehingga hari ini kita lihat Telaga Saat merupakan tempat yang sangat indah. Tempat yang pantas untuk dijadikan destinasi wisata,” kata Doni.

Baca Juga : Ancaman La Nina, BMKG: Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya