Baca Juga : Siswa SD Dibunuh Kawannya Sendiri Gara-Gara Game Online
Atas dasar itulah, kata Sabri, bangsa Indonesia mengalami kekosongan kognisi di ruang publik. Bahkan, banyak kekosongan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam percakapan-percakapan formal di pendidikan.
"Itu sebabnya, ketika ada distorsi pemahaman terhadap Pancasila, khususnya generasi muda saat ini, itu tidak bisa lepas dari situasi historis kita. Sebagaimana negara memilih sebuah kebijakan untuk menghilangkan apa yang kami sebutkan tadi, P4, BP7, dan juga PMP," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)