Marak Ujaran Kebencian, Sosiolog: Sampaikan Informasi di Medsos Sesuai Fakta dan Data

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Minggu 25 Oktober 2020 06:01 WIB
Foto: Illustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Sosiolog Universitas Nasional (Unas), Sigit Rochadi mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) sehari-hari.

Menurutnya, penyebaran informasi di jejaring sosial harus sesuai dengan fakta dan data yang kuat. Dengan begitu, dapat terhindar dari jeratan hukum UU ITE, seperti ujaran kebencian, SARA dan penghinaan kepada seseorang atau penguasa.

"Jika ingin menyampaikan informasi ke publik, harus diperiksa se akurat mungkin, sesuai fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Sigit kepada Okezone, Minggu (25/10/2020).

Baca juga:

Gus Nur Langsung Diswab Tes Setibanya di Bareskrim Polri

Gus Nur Ditetapkan Tersangka Ujaran Kebencian dan Penghinaan

Medsos, kata Sigit, sebenarnya lebih bermanfaat untuk kepentingan silahturahmi dan kegiatan sosial. Namun, dewasa ini dunia maya kerap dijadikan ajang untuk menjatuhkan dan menghina orang ataupun lembaga.

"Medsos sebaiknya digunakan untuk menyampaikan informasi keluarga, pertemanan/persahabatan dan bentuk solidaritas sosial lainnya," ujar Sigit.

Sebab itu, Sigit menekankan, dunia maya kini menjadi salah satu tren yang tak bisa dihindarkan. Tetapi, perlu adanya kedewasaan dalam menggunakan media sosial saat ini.

 

"Opini tentang suatu hal dapat disampaikan via medsos asal tidak menyesatkan, bukan fitnah dan bukan hasutan," ucap Sigit.

Kasus ujaran kebencian belakangan ini marak diungkap oleh aparat kepolisian. Terbaru adalah penangkapan terhadap Gus Nur yang diduga menghina organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya