“Nah, ini yang harus kita lihat. Bagaimana kondisi kondisi saat survei dilakukan. Misalnya di saat pandemi, demonstrasi massa sudah pasti akan sulit karena alasan kesehatan. Tindakan represif aparat apabila didalami, juga karena banyak oknum ysng melakukan tindakan pengerusakan bahkan menyerang aparat,” ujarnya.
Baca Juga: 50,3% Publik Ingin Cakada Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi
Oleh karena ini, legislator asal Tanjung Priok, Jakarta Utara ini mengajak masyarakat agar menjadikan hasil survei ini sebagai bahan evaluasi bersama dalam berdemokrasi. Bukan hanya pemerintah dan DPR tapi juga masyarakat luas.
“Mari jadikan hasil survei ini sebagai bahan evaluasi bersama kita dalam berdemokrasi. Tidak hanya untuk pemerintah dan legislatif, namun bagi publik juga,” pungkas Sahroni.
(Arief Setyadi )