Kata dia, ada tiga hal yang menjadi konsen selama liburan panjang. Yakni, antisipasi meningkatnya penyebaran virus Covid-19, antisipasi membludaknya para wisatawan ke Kota Bogor, juga antisipasi bencana.
"Saya sendiri tidak akan keluar kota, terus memantau aktivitas Kota Bogor. Jadi Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu adalah hari-hari yang rawan," kata Bima.
Lebih lanjut, papar Bima, dirinya pun meminta agar setiap camat, lurah, dan para kepala dinas untuk malakukan pengawasan per wilayah.
Ia pun menginstruksikan agar seluruh aparatur sipil negeri (ASN) di Kota Bogor yang akan melakukan perjalanan ke luar kota agar melapor kepada atasannya. Sedangkan, untuk para kepala dinas yang bepergian meminta izin kepada wali kota.
Pascapulang dari luar kota para ASN diwajibkan untuk melakukan swab test, melakukan isolasi mandiri, tidak diperkenankan bekerja hingga hasil Swab tes keluar. "Bila ada ASN yang pergi tanpa keterangan akan ada sanksi," tegas Bima Arya.
Terkait kebencanaan, Bima juga mengimbau agar seluruh camat dan lurah melakukan monitoring titik-titik rawan bencana dan sigap ketika bencana terjadi. "Saya perintahkan camat dan lurah untuk lakukan normalisasi saluran air, untuk memonitor titik-titik yang rawan bencana, dinsos agar menyiapkan natura bahan baku dan lain-lain, dan semuanya akan dikoordinasikan. Piket di balai kota akan monitor," tambah Bima Arya.
(Arief Setyadi )