"Situs goa Kontilola sendiri berdasarkan cerita rakyat yang dipercaya oleh masyarakat Kurulu, dulu merupakan tempat tinggal nenek moyang mereka. Di dalam ruang goa yang gelap terdapat sumber air tawar, yang merupakan kumpulan air yang menetes dari stalagtit. Di dalam sumber air inilah udang tersebut ditemukan," jelas Hari.
Dari informasi masyarakat di sekitar goa, mereka baru mengetahui jika di dalam goa terdapat udang transparan ini. Udang bertubuh transparan juga sebelumnya ditemukan Balai Arkeologi Papua dalam penelitian arkeologi di Situs goa Togece, Kampung Parema, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya.
Terkait penanggalan pada lukisan tersebut, Hari mengaku belum mengetahui pasti umur lukisan manusia alien ini, butuh penelitian lanjut untuk mengetahuinya.
"Sekarang kita hanya bisa menyebut peninggalan prasejarah dulu. Kalau untuk tahu umur lukisan harus ada penelitian mendalam. Beberapa faktor juga harus diperhatikan. Salah satunya untuk bisa kegoa ini kita harus mendaki tebing yang lumayan curam dan lainnya. Intinya ini peninggalan prasejarah yang harus tetap dilestarikan," jelasnya.
(Khafid Mardiyansyah)