JAKARTA - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab mengumumkan bahwa dirinya akan pulang dari Arab Saudi menuju Indonesia pada Senin, 9 November 2020. Habib Rizieq akan tiba di Indonesia pada Selasa, 10 November 2020, pagi.
Habib Rizieq mengultimatum agar tidak ada pihak-pihak yang mengklaim sebagai pahlawan atas kepulangannya ke Indonesia. Lantas, siapa pihak-pihak yang diingatkan Habib Rizieq agar tidak mengaku sebagai pahlawan atas kepulangannya?
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA 212), Slamet Ma'arif menjelaskan, apa yang dimaksud Habib Rizieq Shibab. Kata Ma'arif, yang dimaksud Habib Rizieq adalah bahwa dirinya pulang tanpa campur tangan, atau bantuan dari pemerintah maupun partai.
Baca juga:
Kepulangan Habib Rizieq Akan Disambut dari Bandara hingga Petamburan
Kegiatan Habib Rizieq Setibanya di Indonesia, Maulid Nabi hingga Nikahkan Putrinya
Pulang ke Indonesia, Habib Rizieq: Jangan Ada yang Klaim Jadi Pahlawan Kesiangan
Oleh karenanya, sambung Ma'arif, Habib Rizieq meminta agar pejabat pemerintah ataupun orang partai tidak perlu mengaku-ngaku ikut membantu proses pemulangannya.
"Beliau mengingatkan bahwa tidak ada campur tangan bantuan pihak pemerintah dalam menyelesaikan segala persoalan beliau, jadi jangan ada pejabat pemerintah atau orang partai yang ngaku bantu beliau," tegas Ma'arif saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2020).
Lebih lanjut, kata Ma'arif, PA 212 sudah bersiap untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq di Indonesia pada 10 November 2020, nanti. PA 212 bakal menyambut Habib Rizieq mulai dari kedatangannya di Bandara Soekarno Hatta, hingga ke markas FPI di Petamburan.
"Insya Allah kami siap menjemput dan menyambut beliau baik di bandara maupun di Petamburan, seperti menyambut jamaah pulang haji begitu," bebernya.
Sebelumnya, Habib Rizieq menegaskan bahwa kepulangannya ke Tanah Air dengan melobi pemerintah Arab Saudi adalah murni usaha pihaknya sendiri bersama para pengurus FPI dan koleganya. Hal itu diungkapkan lewat konferensi pers yang disiarkan secara daring melalui akun YouTube Front TV.
"Jika ada manapun dan siapa pun dari pemerintah Indonesia baik di dalam negeri ataupun di luar negeri yang mengaku-ngaku ikut membantu atau melobi pemerintah Saudi dalam kepulangan saya ini, maka saya nyatakan ini tegas bohong besar itu hoaks," tegas Habib Rizieq.
Ia menegaskan, tak mau merepotkan ataupun memberikan beban kepada pemerintah Indonesia terkait persoalan yang dialaminya. Dan sejauh ini hanyalah pengurus hingga jamaah FPI berbondong-bondong membantunya selama di Arab Saudi.
Oleh sebab itu, Habib Rizieq meminta tak ada pahlawan kesiangan yang mengaku membantunya agar bisa pulang dari Arab Saudi.
"Biarkan beban saya tanggung, saya selesaikan saya cari jalan keluarnya. Jadi demikian jangan ada pihak yang mengklaim menjadi pahlawan kesiangan," bebernya.
(Awaludin)