"Dengan Kiswah seperti itu, Kakbah nampak anggun, mulia, dan berwibawa dan telah menjadi kiblat kaum beriman sejak zaman Nabi Ibrahim AS sampai sekarang dan sampai akhir zaman. Dengan Perisai Tauhid yang berwarna hitam dan bendera Partai Ummat yang juga berwarna hitam, maka Perisai Tauhid menjadi pancaran autentik dari Kalimah Syahadah, Kalimah Thayyibah, dan sekaligus Kalimah Pembebasan," ungkapnya.
Baca Juga: Calon Majelis Syuro Partai Masyumi, Ada Abdullah Hehamahua hingga Bachtiar Nasir
Tidak hanya itu menambahkan, Kalimah Syahadah harus mewarnai seluruh aspek kehidupan dan aktivitas manusia termasuk kehidupan politik, kehidupan bernegara pada arah dan tujuan yang diridhai oleh Allah SWT.
"Insya Allah, logo dan bendera Partai Ummat mengingatkan selalu para kader dan anggota Partai Ummat, agar dalam bekerja dan berjuang hanya mencari ridha Illahi dan bukan ridha manusia," pungkasnya.
(Arief Setyadi )