Dia menyampaikan, hingga sekarang masih ada sekitar 20 sampai 25 orang yang sedang menunggu hasil tes swab. Meski demikian, pihaknya langsung melakukan penutupan agar penyebaran Covid-19 di tempat tersebut bisa ditangani.
Edy menyebut, belasan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini, termasuk kedalam orang tanpa gejala atau OTG. Ia menyatakan, ada sebanyak sembilan toko farmasi dan alkes di Kota Cirebon yang ditutup mulai hari ini.
"Mereka diisolasi semua karena punya mes. Tapi kalau punya KTP Kota Cirebon bisa diisolasi di hotel," ujarnya.
Masih kata Edi, dugaan sementara mereka tertular dari kontak erat dengan pegawai lainnya. Adapun toko farmasi dan alkes yang ditutup adalah Apotek Pasuketan, Apotek Pasuketan Setiabudi, Apotek Pasuketan Gunung Sari, Apotek Pasuketan Perum, Toko alat kesehatan CV Camella, Toko alat kesehatan Camella, PAK Camella Gustavindo, PBF Camella Gustavindo, dan Klinik Camella.
"Mereka tidak bergejala. Ini dugaan sementara, mereka tertular karena kontak erat dengan pegawai lainnya," pungkasnya.
(Awaludin)