Budidaya Maggot, Jadi Salah Satu Solusi Efektif Kurangi Sampah Organik di Jakarta

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis
Jum'at 20 November 2020 13:49 WIB
Foto : Dok.Pemprov DKI Jakarta
Share :

Metode BSF sendiri adalah metode pengolahan sampah organik dengan menggunakan larva (maggot) yang diletakkan di dalam sampah organik dengan tujuan untuk mereduksi sampah tersebut. Karena memiliki sifat yang alamiah, proses untuk menjadi maggot juga memakan waktu yang tidak sedikit untuk menjadi pupa yakni siklusnya terjadi selama 40 - 44 hari

Maggot juga memiliki kemampuan mengurai sampah organik 1-3 kali dari bobot tubuhnya selama 24 jam. Bahkan, bisa sampai 5 kali bobot tubuhnya. Dalam satu kg maggot dapat menghabiskan 2 sampai 5 kilogram sampah organik per hari. Dan ini tentu hal yang sangat luar biasa bukan? Bayangkan saja, betapa banyak sampah organik yang dapat tereduksi dalam waktu 24 jam.

Selanjutnya, maggot yang sudah menjadi prepupa ataupun bangkai lalat BSF kemudian bisa digunakan sebagai pakan ternak karena mengandung banyak protein. Kepompongnya pun dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. Sehingga, tidak menimbulkan sampah baru. Jika dilihat dari nilai ekonomisnya jika kita membudidaya maggot, dalam 100 gram maggot kering bisa dijual dengan harga 15.000 sampai 30.000 Rupiah.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta terus mendukung budidaya maggot yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya, di pesantren yang terletak di Jakarta Timur. Dengan membudidaya maggot, reduksi sampah organik di pesantren ini dapat mencapai 400 kilogram dalam sehari. Para santri juga menggunakan maggot sebagai pakan ternak mereka, seperti ikan dan ayam. Nah, jika Anda tertarik untuk membudidayakan manggot, berikut caranya:

1. Siapkan kandang lalat BSF, tertutup dengan kawat/kasa dan pastikan tetap terkena sinar matahari, karena lalat butuh sinar matahari untuk kawin. Semprotkan air untuk menjaga kelembaban. Kamu bisa mengundang lalat BSF dengan membuat makanan yang disukainya, seperti mencampur bekatul, air, penyedap rasa, bioaktivator EM4, dan gula pasir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya