Menurut Kiai Ma'ruf, untuk menyamakan frekuensi gerakan umat Islam, dibutuhkan imam kelembagaan yang dapat memayungi semua elemen. MUI adalah organisasi yang paling memenuhi kriteria untuk itu. Dengan demikian bentuk imamahnya bukan figur individual, melainkan lembaga.
"Oleh karena itu, maka harus ada imamah dalam rangka gerakan yang terkoordinasi dan salah satu alternatifnya adalah imamah institusionaliyah, yang jadi imam bukan orang tetapi lembaga, yang lembaga paling penuhi kriteria imamah institusionaliyah adalah MUI," jelasnya.
"Karena itu MUI sebagai imam kelembagaan bagi segenap ormas Islam Indonesia diharapkan mampu memberikan contoh teladan dalam memanifestasikan karakter dan sikap organisasi dalam rangka menjaga kesatuan persatuan sebagai tenda besar," tutup Kiai Ma'ruf.
(Awaludin)