SOLO - Imbas terus meroketnya jumlah warga Solo terkonfirmasi positif Covid-19, berdampak terhadap daya tampung rumah sakit overload.
Kondisi itu membuat Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo berpikir keras mencari lokasi untuk merawat warga terdampak Civid-19. Salah satunya melirik asrama haji Donohudan, Boyolali dijadikan rumah sakit alternatif untuk merawat pasien Covid.
"Sudah lebih dari 700 warga dirawat. Rujukan dari luar kota juga masuk ke sini (Solo)," kata FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan, Kamis (3/12/2020).
Baca juga:
509 Personel Polda Jateng Jalani Rapid dan Swab Test Covid-19, Ada Apa?
Kasus Covid-19 di Boyolali Terus Bertambah
Kasus Covid-19 di Jateng Melonjak, Ganjar Gagas RS Darurat
Rudy mengaku sudah menyampaikan permintaan secara tertulis selama tiga kali. Namun sejauh ini belum ada respon dari Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mengizinkan apa tidak penggunaan Asrama Haji menjadi lokasi alternatif rumah sakit sementara.
"Tiga kali saya mengajukan pada pak Gubernur untuk meminjam asrama haji Donohudan untuk dijadikan pusat isolasi. Tapi belum dijawab,"papar Rudy.
Selain asrama haji, Pemkot Solo berencana menjadikan Benteng Vastenburg menjadikan pusat isolasi. Nantinya di dalam benteng Vastenburg akan dipasang tenda berukuran cukup besar. Rencananya penggunaan benteng Vastenburg mulai efektif tanggal 10-15 Desember.
"Saya sudah minta izin untuk penggunaan benteng. Ini lagi persiapan memasang tenda, tempat tidur, listrik, MCK. Jadi mulai efektif digunakan tanggal 10-15 Desember," terangnya.
Termasuk Rudy menyulap gedung Techno Park Solo jadi rumah sakit darurat. Ruanganya besar dan luas. Jika nanti benar akan digunakan tinggal di pasang sekat-sekat.
"Kalau asrama belum ada jawaban, Techno park mau kita pakai untuk RS darurat. Untuk tenaga kesehatan (nakes) nanti bisa rekrut relawan. Relawan digaji kan gak ada persoalan," pungkasnya.
(Awaludin)