Kepala Kantor Perkirakan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto mengatakan, tekanan inflasi pada tahun 2021 diperkirakan lebih tinggi searah dengan kemajuan pemulihan ekonomi.
Ditandai oleh meningkatnya permintaan, kenaikan harga komoditas global dan potensi risiko cuaca La Nina yang dimungkinkan terjadi hingga awal triwulan II 2021.
"Namun demikian, kami memperkirakan inflasi dapat terkendali sesuai sasaran 3+1%. Tentunya keyakinan ini memerlukan dukungan strategi pengendalian inflasi yang semakin inovatif dan antisipatif," jelas dia.
Termasuk dalam merespon potensi krisis pangan yang mungkin terjadi. Oleh karennya, kata dia, menjadi semakin penting untuk melihat baik dari sisi kepentingan konsumen maupun dari sisi produsen, agar gejolak harga tidak terjadi sehingga merugikan salah satu pihak.
(Khafid Mardiyansyah)