AMERIKA SERIKAT - Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan pesawat penjelajah bulan Chang’e 5 China bersiap untuk kembali ke Bumi. Laporan NASA ini diterbitkan saat misi ruang angkasa China bersiap untuk mengembalikan sampel permukaan bulan ke Bumi untuk pertama kalinya dalam hampir 45 tahun.
Pesawat ruang angkasa Chang’e 5, yang dinamai sesuai nama dewi bulan di China, ini diluncurkan pada akhir November lalu dari pelabuhan luar angkasa di Wenchang di pulau Hainan, China selatan.
Jika misinya berhasil, maka China akan menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan bekas Uni Soviet yang membawa batu bulan ke Bumi.
Misi bulan menjadi langkah penting lainnya dalam program luar angkasa China yang ambisius yang juga mencakup pembangunan stasiun luar angkasa sendiri pada tahun 2022. Lalu disusul pengiriman misi eksplorasi ke Jupiter pada tahun 2029.
Di kesempatan itu, NASA juga menerbitkan laporan besar yang menguraikan prioritas ilmiah untuk astronot Artemis III yang ingin dikirim ke Bulan pada tahun 2024.
Salah satu tujuannya adalah membawa kembali sampel bulan seberat total total 85 kilogram, baik dari permukaan maupun bawah permukaan Bulan. Angka ini lebih dari jumlah rata-rata yang dibawa kembali oleh anggota misi Apollo antara tahun 1969 dan 1972, yakni 64 kilogram.