Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo, meminta pihak industri untuk membuka akses kerja sama dengan lembaga pendidikan, terutama sekolah vokasi dan kejuruan. Jokowi menyatakan, Indonesia memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan ekonomi dengan meningkatkan kapasitas SDM. Apalagi, Indonesia sedang mengalami bonus demografi.
Penduduk usia kerja lebih mendominasi proporsi penduduk nasional. "Artinya kita harus sediakan peluang kerja sebanyak-banyaknya. Kita harus meningkatkan kapasitas SDM kita agar lebih produktif dan kompetitif, dan pendidikan vokasi menempati posisi penting dalam strategi pengembangan SDM kita," ujarnya.
Di sisi lain, magang menjadi bagian dari kemitraan antara institusi pendidikan dan industri yang terus diperkuat oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit. Mitras DUDI). Proses magang dilakukan secara terstruktur, sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh setiap mahasiswa, sehingga hasil dari magang tidak hanya sebagai pengalaman kerja, tetapi juga implementasi kerjasama yang berkelanjutan.
Anugrah Yudha Asmara Putra, mahasiswa D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan/Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, merupakan salah satu mahasiswa yang mendapat kesempatan menjalankan praktik kerja untuk menimba pengalaman dalam dunia kerja dan kewirausahaan.
Yudha menceritakan pengalamannya seputar magang. Menurutnya, kegiatan praktik kerja lapang terbagi dua progam bagi jenjang Diploma 4, yaitu praktik kerja lapang tematik kewirausahaan, yang terpusat di Kabupaten Lumajang. Yudha mendapat lokasi magang di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Di desa tersebut terdapat potensi alam yang perlu dieksplor dan dikembangkan lagi, salah satunya potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi wisata yang masih terjaga kealamiannya. Cengkeh menjadi penghasilan sebagian besar masyarakat di daerah tersebut, namun kekayaan akan pohon kelapa dan durian sempat menghantarkan Dusun Rojopolo menjadi juara di Kontes Durian se-Kabupaten Lumajang.
Saat praktik kerja lapang industri, lelaki kelahiran Probolinggo, 10 Desember 1998, ini bertempat di Gapoktan Al-Barokah Desa Lombok Kulon Kecataman Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gapoktan Al-Barokah merupakan produsen beras organik dari pengembangan program pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan program Bondowoso Pertanian Organik (Botanik). Hingga saat ini Botanik menjadi brand dari beras organik produksi Gapoktan Al-Barokah, yang telah memiliki sertifikat pertanian organik seluas 150 hektare dari LeSos (Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman). Beberapa hasil produksi dari Gapoktan Al-Barokash di antaranya: beras merah, beras cokelat, beras hitam, beras putih (aromatik dan non aromatik), beras embrio, dan sereal.
Dari hasil produksi tersebut Botanik telah merambah pasar nusantara, pengiriman beras organik, antara lain ke Kalimantan, Papua, Bali, Jawa Barat, dan beberapa reseller yang ada di deerah Jawa Timur, bahkan pernah mengekspor beras organik ke Belgia, Jepang, dan beberapa negara lainnya melalui pihak ketiga.
Runner Up 2 Putra Jawa Timur 2020, ini mengatakan, kegiatan Praktik Kerja Lapang Jenjang Diploma 4 terdiri dari 20 SKS dan dibagi dalam: PKLT-Kwu : 8 SKS = 360 Jam (18 Agustus - 18 September 2020). PKL Industri : 12 SKS = 540 Jam (1 Oktober - 26 Desember 2020). Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember, ini bisa magang di Desa Kaliuling karena adanya kerjasama antara Politeknik Negeri Jember dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang, sehingga kegiatan PKLT-Kwu bagi mahasiswa Polije.
Kegiatan PKLT-Kwu bagi mahasiswa dibagi dalam kelompok. Dalam satu kelompoknya terdapat mahasiswa dari beberapa jurusan yang ada di Politeknik Negeri Jember. "Sehingga menuntut kami untuk beradaptasi dan menggali potensi diri dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sedikit berbeda dengan PKL Industri, yang diharapkan mahasiswa mampu mencari kesesuaian bidang mata kuliah dengan lokasi praktik kerja lapangnya, agar dapat mengembangkan pengetahuan dan sumbangsih lebih dari mahasiswanya, sehingga membawa saya untuk memilih Gapoktan Al-Barokah menjadi lokasi PKL Industri," jelasnya.
Aktivitas yang dilakukan selama kegiatan PKLT-Kwu, yakni mahasiswa melakukan manajerial waktu dalam jangka waktu satu bulan untuk dapat menyelesaikan kewajiban dalam pengembangan BUMDes.
Utamanya dengan memperhatikan melalui berbagai sektor bisnis dan juga menyesuaikan beberapa kegiatan terjadwal dari desa tersebut. Mengingat dari Desa Kaliuling BUMDes-nya baru akan dibentuk untuk dilakukan pengawalan akan gambaran beberapa pengembangan yang ada di desanya. Pada Minggu pertama, Yudha melakukan pembagian tim untuk giat pengamatan potensi daerah dan beberapa sosial kebudayaan masyarakat, yang nantinya diharapkan menjadi goals dalam program yang disusun untuk Desa Kaliuling.
Minggu kedua, juara Duta Persahabatan Pemilihan Duta Pangan Jawa Timur Tahun 2019, ini melakukan pengkonsepan program utama serta melakukan pengembangan potensi yang sudah ada, seperti pemberian branding kopi khas Kaliuling dengan brand KOPLING (Kopi Kaliuling). Pengemasan kopi sesuai dengan beberapa pangsa pasar, brand yang menarik, dan memperkenalkan kopi tersebut di beberapa expo.
Selain kopi, pada minggu kedua memperkenalkan bagaimana cara pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bahan baku bonggol pisang, yang mana bahan baku yang dinilai tidak lagi dapat dimanfaatkan dan dianggap sebagai sampah pertanian.
"Kami memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Kaliuling dari pembuatan hingga pengemasan yang nantinya diharapkan mampu menjadi hasil produksi massal dari Desa Kaliuling," ungkapanya.
Pembuatan MOL Bonggol Pisang selain menjadi hal baru bagi masyarakat sekitar juga menjadi sebuah isu di tingkat pemerintah daerah Kabupaten Lumajang. Di Kecamatan Tempursari terdapat bonggol pisang yang melimpah dan belum terolah. Pada minggu ketiga, melakukan pelaksanaan program utama, yakni pengembangan potensi alam untuk dapat dijadikan sektor pariwisata dengan menjaga kenaturalannya dan pengembangan UMKM di setiap spot wisatanya.
"Kegiatan awal kami dengan pembentukan kelompok sadar wisata untuk nantinya dapat menjadi pengaruh baru dalam pelaksanaan pembangunan wisata. Desa Kaliuling memiliki 7 Air Terjun, Lembah, Bukit, Sungai lengkap dengan Mikrohidronya, dan jalur-jalur yang eksotik sehingga kami mengangkat tagline wisata Kaliuling Highlang Paradise," jelasnya.
Pokok pengembangan pembentukan desa wisata dengan membuat paket wisata, yang dapat dikunjungi oleh masyarakat luar dengan minimal kunjungan selama 7-10 jam dalam eksplorasi seluruh wisata yang ada di Desa Kaliuiling. Dengan sebuah terobosan adventure tourism, wisata menyasar pada komunitas-komunitas kendaraan roda dua, dan juga dengan virtual tourism yang dikembangkan agar wisata di Desa Kaliuyling juga dapat dinikmati secara virtual dengan pembuatan kanal Youtube Kaliuling.
Kegiatan pada PKL Industri dilaksanakan dengan penyesuaian jam kerja maupun porsi kerja yang dilaksanakan oleh Gapoktan Al-Barokah. Dengan peran mahasiswa diharapkan mampu memberikan sumbangsi pemikiran untuk dapat kembali meningkatkan daya saing maupun keberlangsungan pengelolaan kegiatan produksi di perusahaan tersebut.
Seperti halnya dalam bidang pemasaran, Yudha memberikan beberapa informasi terkait pengembangan dalam E-Commerce yang masih dianggap baru oleh karyawan, pengembangan dalam marketplace sendiri masih harus dengan pelaksanaan oleh pihak ketiga.
"Dalam beberapa bidang lainnya yang telah kami peroleh diperkuliahan banyak dilakukan di Gapoktan Al-Barokah dari On Farm hingga Out Farm. Di beberapa bidang yang kami lakukan seperti halnya penanaman, pemupukan, pembuatan pupuk organik, pestisida nabati, hingga pengelolaan pasca panen," ungkapnya.
Apakah pekerjaan selama magang sesuai dengan yang diajarkan di kampus? Dari Praktek kerja lapang tematik kewirausahaan, Yudha mengaku sudah sesuai pengetahuan dan pengalaman dalam dunia pariwisata. "Walaupun pada dasarnya saya adalah mahasiswa pertanian. Sedangkan dalam praktik kerja lapang industri sangat sesuai dari aspek pelaksanaan, pengelolaan, hingga analisa yang dilakukan di kampus dan dilokasi praktik kerja lapang industri," jelasnya.
Dalam kegiatan PKLT-Kwu memiliki banyak perbedaan dengan adaptasi baru, penyesuaian bidang pengetahuan baru, dan penangkapan dari sharing informasi dari berbagai jurusan menjadi tantangan baru yang dirasakan Yudha dalam kegiatan tersebut.
Selama melakukan magang, Yudha dapat meminimalisir kesulitan yang ada di lapangan, seperti kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan penyesuaian dalam sosial masyarakat. Yudha mendapat banyak pengalaman unik atau menarik yang tidak terlupakan selama Praktik Kerja Lapang Tematik Kewirausahaan maupun Praktik Kerja Lapang Industri. Semisal, ide dan sumbangsih sangat dihargai, memiliki kesempatan untuk berbicara di muka umum dalam hal bidang yang sebelumnya didapatkan, tetapi tidak linier dengan jurusan perkuliahan, dan lain sebagianya.
Pengalaman yang sangat syarat akan kesempatan yang sempit adalah mengeksplorasi potensi alam dengan menuangkan ide baru dalam bentuk karya. Karya tersebut diproduksi masal dan dibagiakan kepada petinggi Pemerintah daerah, seperti Kepala Kominfo Kabupaten Lumajang yang dimana beliau ikut langsung memberikan saran dalam pembuatan pamflet wisata karya mahasiswa Pertanian Politeknik Negeri Jember.
Setelah magang, Yudha mengaku berminat bekerja dalam bidang pertanian. "Dengan basic awal saya pada bidang pariwisata, mungkin nantinya saya mampu untuk memberikan saran program pengembangan Desa Wisata Organik yang dapat dikembangkan di Lombok Kulon," jelasnya.
CM
(Yaomi Suhayatmi)