FSGI mencatat klaster Ponpes berlangsung di enam provinsi dan 18 kabupaten/kota. Retno juga mendorong Kemenag untuk menyosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan menerapkan protokol kesehatan di pondok pesantren guna mencegah terjadinya klaster Ponpes.
"FSGI mendorong tes swab secara berkala dengan sampel acak, misalnya sebulan sekali, pembiayaan bisa ditanggung renteng dengan stakeholder terkait," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)