Dalam dunia pekerjaan atau perkantoran, memang berbeda dari waktu perkuliahan, seperti dari situasi dan praktik lapangan yang lebih kompleks. Sehingga ketika magang menjadi salah satu kesempatan besar untuk belajar lebih banyak dan secara tidak langsung, para peserta magang dituntut untuk lebih aktif dan kreatif untuk dapat menggali pengetahuan dan pengalaman kepada sesama pegawai ataupun pimpinan. Jadi, selain belajar mengenai pekerjaan yang dipercayakan, peserta magang juga belajar mengenai bagaimana cara berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan rekan kerja maupun mitra.
Hal apa yang dirasakan paling berbeda ketika magang? “Saat kuliah saya hanya bertanggungjawab pada diri sendiri, maka ketika magang terasa bahwa yang dilakukan adalah tanggung jawab pekerjaan yang besar dan harus diselesaikan dengan tepat dan cepat. Dunia pekerjaan/magang sangat kompleks, bisa dilihat dari kompleksitas cara kerja, sifat rekan kerja, target kerja, interaksi dengan pimpinan, interaksi dengan mitra, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Kesulitan selama magang? “Saya pribadi tidak merasa kesulitan selama magang di Jamkrindo. Karena karyawan di sana sangat baik, ramah dan mau berbagi ilmu. Budaya kerja yang disiplin dan jelas atas target yang harus dicapai, sesuai dengan pribadi saya. Hanya saja, kemampuan interaktif dan proaktif harus lebih dilakukan agar dapat mengenal keseluruhan lingkungan perusahaan,” jelasnya.
Muthia mendapat banyak pengalaman unik yang tidak terlupakan selama magang. Beberapa diantaranya ketika berkesempatan untuk mengikuti kegiatan perusahaan, yaitu rapat kerja nasional dan media gathering. Apakah nantinya berminat kerja di tempat magang? “Iya, saya merasa tertarik untuk bekerja sebagai karyawan di Jamkrindo. Secara keseluruhan saya merasa cocok dengan budaya kerja, business cycle, dan lingkungan Jamkrindo,” ungkapnya. (CM)
(Yaomi Suhayatmi)