“Pengalaman program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah pelosok Jawa Timur membuat saya sadar bahwa ketidakmerataan pendidikan terjadi di sekitar kita. Saya menemukan banyak siswa SMP yang bahkan belum mengenal simbol operasi matematika dan juga minimnya kesadaran untuk menjaga kebersihan diri. Daftar menjadi relawan adalah salah satu jalan untuk turut berperan dalam memanusiakan manusia, bersosial, dan bersyukur,” ujar Rizki Maulana, kandidat relawan ruangpeduli asal Bekasi, Jawa Barat.
“Sebagai salah satu mahasiswa yang terselamatkan berkat beasiswa, saya menyadari masih banyak siswa yang membutuhkan bantuan. Saya belum dapat banyak membantu memajukan pendidikan di Indonesia, tetapi saya harap dengan menjadi relawan di ruangpeduli, saya bisa membantu berkontribusi dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia, terutama di lingkungan sekitar Kaltim,” ujar Putri Handayani, kandidat relawan ruangpeduli asal Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Saya merasa beruntung karena tinggal di pusat kota di mana akses terhadap pendidikan masih dapat dijangkau. Namun, masih banyak teman di pelosok Papua yang berhenti sekolah pada jenjang tertentu dan bahkan tidak mendapat sarana pendidikan sehingga menimbulkan tingginya angka tuna aksara. Dengan menjadi relawan ruangpeduli, saya ingin meningkatkan pemerataan pendidikan terutama di Indonesia bagian Timur,” ujar Nurul Khalizah, kandidat relawan ruangpeduli asal Biak Numfor, Papua.
Pendaftaran relawan ruangpeduli dibuka pada tanggal 26 November hingga 13 Desember 2020, dan dapat diakses secara daring melalui ruangpeduli.org/relawan. Nantinya, relawan yang terseleksi akan mengikuti berbagai kegiatan ruangpeduli selama satu tahun penuh serta mendapatkan akses gratis satu kelas di Skill Academy setiap bulannya. (CM)
(Yaomi Suhayatmi)