Pemerintahan mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk menciptakan SDM unggul melalui pendidikan vokasi. Harapannya, pendidikan vokasi yang berfokus pada keterampilan di bidang tertentu dapat mencetak angkatan kerja terampil dan cocok dengan kebutuhan industri.
Di sisi lain, magang menjadi bagian dari kemitraan antara institusi pendidikan dan industri yang terus diperkuat oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit. Mitras DUDI). Proses magang dilakukan secara terstruktur, sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh setiap mahasiswa, sehingga hasil dari magang tidak hanya sebagai pengalaman kerja, tetapi juga implementasi kerja sama yang berkelanjutan.
Murpy Satriya Nugraha, mahasiswa semester 5 Bidikmisi, D3 Manajemen Informatika jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Jember, menceritakan pengalaman magang di PT. Maulidan Teknologi Kreatif (Maulidan Games). Perusahaan IT kreatif ini telah berkecimpung dalam dunia industri pengembangan software sejak 2009. Telah menghasilkan puluhan produk game maupun aplikasi, serta bekerjasama dengan para publisher lokal maupun internasional. Salah satu penghargaan paling bergengsi yang telah diraih, yakni Winner-Developer of The Year 2015 di Indonesia Game Developers Gathering Award.
Maulidan Games diinisiasi oleh Maulidan Bagus Afridian Rasyid pada tahun 2009 saat mengemban kuliah Sarjana (S1) semester 3. Terdapat 2 produk awal yang dirilis pada 2009-2010, dan bekerjasama dengan dua perusahaan publisher, yakni GamesFree dari Belanda dan Canopian dari US. Pada tahun 2011, teknologi in-house pertama telah lahir dengan nama Diamond Framework, sekaligus menjadi tahun terbentuknya tim pertama yang terdiri atas 3 orang.
Lelaki kelahiran Jember, 26 Februari 1999, ini mulai magang di perusahaan tersebut mulai 14 September hingga 11 Desember 2020. Berawal dari diskusi bersama teman tentang ide tugas akhir membuat sebuah game edukasi, karena development/pembuatan game tidak ada dalam mata kuliah, maka Ibu Ika Widiastuti, Ketua Program Studi Manajemen Informatika menyarankan untuk magang di Maulidan Games.
"Lalu saya dan teman mencari informasi mengenai Maulidan Games dan menemukan website https://maulidangames.com/ dan mendaftar magang melalui website tersebut dengan melengkapi persyaratan – persyaratan yang tercantum, setelah itu pihak Maulidan Games akan memberikan balasan melalui email/whatsapp," ujarnya.
Ketika diterima magang akan ada tugas latihan sesuai divisi (Programmer, 2D Artist, Aseets Manager, 3D Modeller, Tester, dan sebagainya) yang diambil , dan akan ada welcome party untuk memperkenalkan diri dan pembekalan aturan-aturan selama magang.
Online class pada saat magang
Sebagai Development Game ditugaskan mulai dari membuat desain game hingga menulis kode program dengan backlog/tugas yang telah diberikan oleh supervisor setiap harinya. Kemudian dalam satu minggu biasanya akan diambil satu hari (Kamis/Sabtu) untuk online class, yaitu pihak Maulidan Games akan memberikan materi–materi soft skill (ux design, software testing, priorization, dan lainnya) kepada para pemagang.
Untuk jam kerja selama magang kerja atau operasional mulai dari jam pukul 08.00 - 16.00 dengan melakukan pertemuan online 2-3 kali dalam sehari. Jadwal meeting ditentukan oleh pihak perusahaan.
Apakah pekerjaan selama magang sesuai dengan yang diajarkan di kampus? Ya, bisa dibilang sesuai. Walupun belum pernah mempelajari Development Game, tetapi untuk dasar konsep programming, seperti pemrograman berbasis objek dan sebagainya telah diajarkan di bangku kuliah.
Yang dirasa berbeda ketika magang, yaitu dari segi bahasa pemrograman yang digunakan. Pada waktu magang menggunakan bahasa pemrograman c# dengan Unity Editor yang belum pernah dipelajari di bangku kuliah. "Pada saat magang saya sangat merasakan bahwa ngoding bukan hanya sekedar membuat produk aplikasi atau game, tetapi juga harus memikirkan bagaimana caranya agar user dapat langsung memahami aplikasi atau game tanpa melihat tutorial. Bagaimana kode yang telah kita tulis agar dapat dimengerti oleh teman satu tim," ujarnya.
Ketika magang terasa bahwa yang dilakukan adalah tanggung jawab pekerjaan yang besar dan harus diselesaikan dengan tepat dan cepat. Dunia kerja sangat kompleks, bisa dilihat dari cara kerja, target kerja, sifat rekan kerja, dan sebagainya.
Selama magang berlangsung, Murpy tidak merasakan kesulitan. Sebab, para karyawan sangat ramah dan mau berbagi ilmu. Juga sebelum memulai magang ada tugas latihan terlebih dahulu yang membuat dirinya lebih terbiasa dengan bahasa pemrograman c#. "Hanya saja, saya rasa saya harus lebih banyak belajar mengenai bahasa pemrograman c# ini agar lebih terbiasa," ungkapnya.
Pengalaman unik yang tidak terlupakan selama magang, yakni ketika dirinya lembur bersama para pegawai dan teman magang lainnya karena harus mengejar deadline. Kemudian mendapatkan teman baru dari kampus lain walaupun tidak pernah bertatap muka.
"Pada saat online class, jika para pemagang tidak mengerti materi yang dijelaskan, maka biasanya pihak perusahaan akan menjelaskan kembali dengan bahasa atau perumpamaan yang mudah dimengerti oleh pemagang," ujarnya. Murpy mengaku nantinya bila lulus kuliah berminat kerja di tempat magang. Ia merasa cocok dengan budaya kerja di tempat tersebut.
cm
(Yaomi Suhayatmi)