Kami menyerukan kepada semua warga Irak untuk mendukung upaya pemerintah mereka untuk memperkuat kedaulatan Irak, untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas serangan tercela ini dan memastikan bahwa semua milisi yang saat ini didukung Iran berada di bawah kendali negara.
Seorang juru bicara presiden Irak juga mengutuk serangan itu.
BREAKING - Rocket attack on the Green Zone in #Baghdad, C-RAM engaging multiple targets.pic.twitter.com/wb3PgXrL9w
— Disclose.tv ð¨ (@disclosetv) December 20, 2020
Serangkaian kelompok milisi mengumumkan pada Oktober bahwa mereka telah menangguhkan serangan roket terhadap pasukan AS dengan syarat bahwa pemerintah Irak memberikan jadwal penarikan pasukan Amerika.
Tetapi serangan roket ke Kedutaan Besar AS pada 18 November adalah tanda yang jelas bahwa milisi yang didukung Iran telah memutuskan untuk melanjutkan serangan di pangkalan AS, kata pejabat keamanan Irak.
Washington, yang perlahan-lahan mengurangi 5.000 tentaranya di Irak, mengancam akan menutup kedutaannya kecuali pemerintah Irak mengendalikan milisi yang berpihak pada Iran.
BREAKING - Rocket attack on the Green Zone in #Baghdad, C-RAM engaging multiple targets.pic.twitter.com/wb3PgXrL9w
— Disclose.tv ð¨ (@disclosetv) December 20, 2020
(Rahman Asmardika)