"Sebagai pencegah lebih baik mengiktui protokol daripada tidak sama sekali, siapa tahu dia yang kena nanti malah nyebar kemana-mana," ujarnya.
Dari ratusan spesimen yang diperiksa, tidak ditemukan status reaktif dari para awak bus maupun calon penumpang yang menjalani rapid test antigen.
"Kami mendapat 500 alat untuk rapid test antigen," kata Kepala Terminal Baranangsiang, Moses.
Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia, Satgas Tegaskan Selalu Aktif Koordinasi Lintas Sektor
Rapid rest antigen yang digelar di Terminal Baranangsiang merupakan prosedur wajib yang harus dijalani bagi awak bus maupun calon penumpang yang akan bepergian berlibur menggunakan jasa transportasi darat antarkota antarprovinsi guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.
(Arief Setyadi )