BOGOR - Para awak bus dan ratusan calon penumpang yang akan liburan Natal dan tahun baru (Nataru) menggunakan jasa transportasi bus antarkota antar provinsi di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat menjalani rapid test antigen. Hal itu dilakukan untuk memastikan mereka tak terpapar Covid-19.
Hasilnya, dari 500 spesimen yang diperiksa, tidak ditemukan status reaktif para awak bus dan calon penumpang. Wajib rapid test antigen dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat menyasar para awak bus dan calon penumpang yang akan bepergian liburan menggunakan jasa transportasi bus antar kota antar provinsi di Terminal Baranangsiang Kota Bogor, Jawa Barat.
Satu persatu awak bus sekaligus para calon penumpang menjalani rapid test antigen dibantu para petugas Dinas Kesehatan Kota Bogor. Mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat melakukan tes.
Baca Juga: Tiba di Bandara Soetta, Satgas Covid-19 Karantina Puluhan WNA Selama 5 Hari
Sejumlah awak bus dan para calon penumpang mengaku merasa terbantu dengan adanya rapid test antigen yang mereka jalan. Sehingga mereka merasa aman bepergian menghabiskan waktu liburan mereka, terlebih rapid test antigen mereka terima secara gratis.
"Kegiatan ini membantu sekali khususnya bagi kru dan penumpang," ujar awak bus, Muhammad Imadudin.
Sementara menurut Tomi, calon penumpang, mendukung adanya rapid test antigen ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Sebagai pencegah lebih baik mengiktui protokol daripada tidak sama sekali, siapa tahu dia yang kena nanti malah nyebar kemana-mana," ujarnya.
Dari ratusan spesimen yang diperiksa, tidak ditemukan status reaktif dari para awak bus maupun calon penumpang yang menjalani rapid test antigen.
"Kami mendapat 500 alat untuk rapid test antigen," kata Kepala Terminal Baranangsiang, Moses.
Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia, Satgas Tegaskan Selalu Aktif Koordinasi Lintas Sektor
Rapid rest antigen yang digelar di Terminal Baranangsiang merupakan prosedur wajib yang harus dijalani bagi awak bus maupun calon penumpang yang akan bepergian berlibur menggunakan jasa transportasi darat antarkota antarprovinsi guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.
(Arief Setyadi )