JAKARTA - Pegiat media sosial Denny Siregar memberi sinyal akan menutup akun Twitternya, pasca pemerintah membubarkan dan melarang segala kegiatan Front Pembela Islam (FPI).
Ia mengucapkan terima kasih kepada Twitter yang selama ini sudah menyediakan ruang untuk melakukan 'perang narasi.' Denny mengaku akan kembali menulis panjang setelah rehat dari kicauan di dunia maya.
Berakhir dengan bubarnya FPI, rasanya saya juga berfikir untuk berhenti.. Terimakasih, @TwitterID sudah menyediakan ruang perang narasi. Saya akan kembali menulis panjang lagi," cuit @Dennysiregar7 seperti dilihat Okezone, Jumat (1/1/2021).
BACA JUGA: Dibubarkan Pemerintah, FPI: Ini Kriminalisasi!
Hingga berita ini ditulis, unggahan Denny telah mendapat 429 retweet, 48 tweet kutipan, dan 5.502 likes.
Berakhir dengan bubarnya FPI, rasanya saya juga berfikir untuk berhenti..
Terimakasih, @TwitterID sudah menyediakan ruang perang narasi. Saya akan kembali menulis panjang lagi..
☕ pic.twitter.com/bYwB4r0jox— Denny siregar (@Dennysiregar7) December 30, 2020
Tak tinggal diam, netizen @AbangPurba3 langsung mengomentari cuitan Denny Siregar. Dia mendoakan agar influencer politik tersebut segera bertaubat dengan menutup akun Twitternya.
"Kau bukan perang narasi tapi melakukan FITNAH dan kebohongan. Suatu saat kau akan mengalami hal seperti ini dan akan lebih terhina Allah bukakan AIBmu. Semoga kau segera bertaubat," cuit @AbangPurba3.
"Ngantuk.. ," balas Denny Siregar.
Sebagaimana diketahui, pemerintah resmi menghentikan seluruh kegiatan FPI. Larangan tersebut tertuang dalam keputusan bersama menteri.
BACA JUGA: Reaksi Habib Rizieq FPI Dibubarkan: Santai Saja dan Sudah Menebak Akan Terjadi
Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) enam menteri itu, di antaranya menyatakan FPI sebagai organisasi yang tidak terdaftar sebagai ormas. Sehingga secara de jure telah bubar.
Meski secara de jure telah bubar, pemerintah menganggap FPI masih terus melakukan kegiatan yang mengganggu ketentraman, ketertiban umum, dan bertentangan dengan hukum.