Klarifikasi KSAL soal Temuan Drone Bawah Laut di Selayar

Riezky Maulana, Jurnalis
Senin 04 Januari 2021 11:19 WIB
Foto: TNI AL
Share :

JAKARTA - Sebuah drone bawah air ditemukan nelayan di dekat Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Lasamana TNI Yudo Margo memastikan bahwa benda itu adalah sea glider.

Dalam rangka penyelidikan lebih lanjut, TNI AL membawanya ke Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut yang terletak di Ancol, Jakarta Utara.

"Pagi ini saya akan sampekan tentang alat atau sea glider yang kemarin ditemukan oleh nelayan di desa Majapahit, Selayar. Yang mana dari temuan itu, saya bawa ke Hidrosal, karena di sini adalah lembaga yang berkopeten untuk meneliti adanya peralatan tersebut," kata Yugo saat konferensi pers di Hidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin (4/1/2021).

Dia memastikan pihaknya tidak mau menduga-duga motif yang sebenarnya dari sea glider tersebut. Menurutnya, penelitian tersebut dilakukan dalam rangka menghilangkan asumsi negatif yang tersebar luas di kalangan masyarakat.

"Sehingga nanti jelas apa fungsi maupun kegunaan alat tersebut. Sehingga nanti tidak timbul persepsi bermacam-macam tentang temuan alat ini," ujarnya.

KSAL pun menjelaskan bahan dasar sea glider tersebut terbuat dari aluminium dengan dua sayap dan propeller serta antena belakang. Terdapat juga benda yang mirip kamera di badan seaglider dan sayangnya tidak ditemukan alat nama atau bendera negara yang memproduksi.

"Terbuat dari aluminium dengan dua sayap ini berukuran 50 sentimeter, Ini sayapnya kanan kiri, sentimeter. Panjang bodi kurang lebih 225 sentimeter. panjang ini sampe ke antena belakang ini. Kemudian propeller panjang sampai bawah masih berfungsi. Panjang antena belakang 93 centimeter, Kemudian terdapat instrumen mirip kamera ada di body. Kemudian tidak lah ditemukan ciri-ciri tulisan negara pembuat," tuturnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya