"Dia duduk di atas panggung emas sampai dia memanggil orang-orang untuk bertapa dan kesalehan, dan diakhiri dengan doa untuk yang miskin dan membutuhkan," kata warganet Abu Mohammed.
BACA JUGA: Dokter Pribadi Paus Fransiskus Meninggal karena Covid-19
Para pendukung pemimpin gerakan Sadrist menyerang hussainiya pada Minggu (10/1/2021), menutupnya dengan paksa dan membongkar mimbar. Sementara belum ada sikap yang dikeluarkan oleh otoritas tertinggi Syiah di Irak, Ali Al Sistani, terkait mimbar itu, dan apakah konsisten atau bertentangan dengan ajaran Islam.
Gerakan Sadrist belum mengumumkan bagaimana mereka akan bertindak dengan emas dan batu mulia yang tersemat mimbar tersebut, dan di mana benda itu kini berada.
(Rahman Asmardika)