Kisah Pilu Pasutri Korban Sriwijaya Air: Rencana Ngunduh Mantu Berakhir Tragis

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Senin 11 Januari 2021 16:45 WIB
Keluarga penumpang Sriwijaya Air di Bandara Soetta/ Okezone
Share :

PEKANBARU - Putri Wahyuni Effendi dan suaminya, Ihsan Adhlan Hakim merupakan pasangan suami istri (Pasutri) yang ikut dalam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dari Jakarta tujuan Pontianak. Keduanya diketahui akan ke Pontianak untuk mengadakan syukuran pernikahan.

"Iya ke Pontianak mau kenduri mengunduh mantu," kata ayahanda, Afrizal Effendi Senin (11/1/2021).

Rencana keluarga besar Putri yang ada di Pekanbaru juga akan berangkat ke Pontianak untuk berdiskusi acara syukuran pernikahan. Namun takdir berkata lain, anak bungsu dan mantunya ikut bersama dalam musibah kecelakaan tersebut.

(Baca juga: Tim Gabungan Dikabarkan Temukan Black Box Sriwijaya Air)

"Dia itu mau ke rumah mertuanya. Kita berdiskusi disana apa yang bisa dibantu,"ujar pria berusia 66 tahun itu.

Putri dan Ihsan sudah melangsungkan pernikahan 7 Maret 2020. Setelah menikah, Putri diboyong Ihsan ke Jakarta. Di Ibu Kota, Ihsan dikenal sebagai seorang pengusaha furniture. Keluarga masih berharap keduanya dapat ditemukan dengan kondisi selamat.

Afrizal warga Jalan Sembilang Kecamatan Rumbai, Pekanbaru tersebut,  melakukan komunikasi terakhir dengan putrinya pada 9 Januari 2020 siang atau jelang penerbangan Sriwijaya Air SJY-182."Terakhir komunikasi jam 2," tandasnya.

(Baca juga: Sriwijaya Air Jatuh, Firasat Pegawai Maskapai Ini Jadi Kenyataan)

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sementara itu, 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya