Saling Ejek Saat Bantu Bencana Alam, Warganet Minta FPI dan Banser Bersatu

Bima Setiyadi, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2021 11:42 WIB
Foto: Antara.
Share :

JAKARTA - Media sosial twitter kini diramaikan dengan tulisan "Banser", Sabtu (16/1/2021). Lebih dari 6.500 warganet bahas "Banser" hingga menjadi trending topic.

Melalui "Banser", Warganet membahas peristiwa bencana alam yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Di antaranya yaitu peristiwa tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat; peristiwa gempa di Majene Sulawesi Utara dan Banjir bandang di Kalimantan Selatan.

BACA JUGA: Kemensos Kirimkan Bantuan Rp1,7 Miliar untuk Korban Gempa Sulbar, Ini Rinciannya

Sayangnya, melalui tulisan "Banser", Warganet pendukung Front Pembela Islam (FPI) dan pendukung Banser saling mencibir aksi dalam membantu korban bencana alam itu. Namun, tak sedikit juga warganet lainnya yang meminta agar FPI dan Banser bersatu membantu korban bencana alam.

"Bantuin kagak nyinyir doang di gedein 😂 di lapangm sudah banyak saudara² relawan baik dari FPI dan BANSER dan banyak ormas lain

Sudalah biarkan mereka membantu dengan keihlasan

Jangan banding2kan apa yang dapat mereka berikan," tulis akun @hafid_otherside yang dikutip Sabtu (16/1/2021)

"Banser/FPI yang penting aksi mereka kan, bukan nama. Yg penting korban bencana alam merasa terbantu kan, kenapa harus membahas ttg absensi :( Mengapa terpecah disaat butuh kesatuan," sambung @naemiesa.

BACA JUGA: Sebagian Wilayah Mamuju Sulbar Sudah Dialiri Listrik Pasca-Gempa M 6,2

"Ex FPI & Banser sedang berlomba-lomba dalam kebaikan.

Patut diapresiasi mau darimanapun kubumu berasal," cuit akun @syamcious.

Banser adalah singkatan dari Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama yang merupakan badan otonom NU dari GP Ansor. Ketua GP Ansor kini menjadi Menteri Agama, Yaqut Colil Qoumas. Sementara ketua umum FPI, Habib Rizieq Shihab dipenjarakan atas kasus kerumunan dan FPI pun dibubarkan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya