Petugas juga mencatat terjadi gempa guguran sebanyak 23 kali, amplitudo 3-23 mm, durasi 15-122 detik. Gempa embusan, tiga kali, amplitudo 4-8 mm, durasi 12-29 detik. Gempa hybrid atau fase banyak 9 kal, amplitudo 3-25 mm, S-P antara 0.3-0.5 detik, durasi 4-10 detik dan tektonik jauh 1 kali, amplitudo 8 mm, S-P antara 7.5 detik, selama 151 detik.
“Status Gunung Merapi masih level III (siaga),” paparnya.
Sebelumnya, pada pukul 04.00 WIB BTPPTKG juga mencatat guguran awan panas sejauh 1,5 km tinggi koom 500 meter ke arah sungai Boyong dan percabangan ke sungai Bedog, Kuning dan Krasak.
Atas kondisi tersebut merekomendasikan potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas guguran pada sektor selatan barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan putih sejauh 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif sejauh 3 km dari puncak.
Untuk itu semua aktivitas penambagan di alur sungai yang berhulu di gunung Merapi dan pariwisata dalam kawasan rawan bencana (KRB) III dihentikan.
(Fetra Hariandja)