JAKARTA - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, tim epidemiologi telah memprediksi kasus positif Covid-19 di Kota Bogor hingga akhir tahun 2021 bisa tembus 11.000 kasus.
“Kami punya tim yang mampu mengkalkulasi, kemungkinan di akhir tahun ada 11.000 kasus positif akumulasi di Kota Bogor,” ungkap Bima dalam Update RS Darurat Wisma Atlet: Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah secara virtual, Senin (25/1/2021).
Bima mengatakan dari 11.000 kasus positif Covid-19 itu, sebanyak 20% di antaranya atau sekitar 2.200 orang membutuhkan perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit.
Oleh karena itu, Bima pun menyiapkan langkah-langkah sekaligus terus menghitung kebutuhan perawatan pasien Covid-19 yang ada saat ini. Pertama, yakni melakukan pengecekan terhadap seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor. Kedua, mengevaluasi kesiapan rumah sakit rujukan Covid-19. Ketiga, menambah kapasitas tempat tidur di ruang ICU rumah sakit rujukan Covid-19.
Baca Juga: Rekor! Sehari 10.678 Sembuh dari Covid-19
“Nah ini sudah kita hitung dari sekarang, kita sudah siapkan, kita prediksikan tambah di RS, RS mana saja. Jadi setiap RS kita cek, Anda maksimal tambah (tempat tidur) berapa sampai Desember 2021. Kalau RS sudah mentok baru kita pikirkan di titik-titik mana lagi tambah ICU tadi,” jelas Bima.
Saat ini, Bima mengatakan jika tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang ICU dan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor sebesar 70%. Angka ini menurun dari data dua pekan lalu yang mencapai 80%.
“Kalau dua minggu lalu angkanya di atas 80 persen, per hari ini angka BOR kita ada di angka 70 persen. Memang masih di atas ambang batas tapi saya lihat ada progres di sini,” katanya.