AMSTERDAM – Polisi anti huru-hara Belanda menangkap lebih dari 150 orang dalam bentrokan di hari ketiga unjuk rasa menentang pemberlakuan jam malam Covid-19 di negara itu.
Demonstrasi di gelar di sejumlah kota di Belanda, dan beberapa berujung pada kerusuhan. Pada Senin (25/1/2021) polisi anti huru hara bentrok dengan pengunjuk rasa di Amsterdam serta Rotterdam, Amersfoort dan Geleen.
BACA JUGA: Demo Tolak Jam Malam di Belanda Rusuh, Lebih 100 Orang Ditahan
Di Rotterdam, polisi melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata, setelah perintah darurat yang dikeluarkan oleh walikota gagal menggerakkan demonstran. Sementara di Den Haag. Kebakaran terjadi di jalan-jalan kota, di mana polisi dengan sepeda berusaha memukul mundur sekelompok kecil pria yang melemparkan batu dan kembang api, demikian dilaporkan BBC.
Sejumlah penangkapan telah dilakukan di Amsterdam setelah laporan kerusakan yang lebih parah. Secara total, polisi menangkap sekitar 250 orang di seluruh negeri.
Walikota di beberapa kota telah berjanji untuk melakukan tindakan darurat dalam upaya mencegah lebih banyak gangguan.
Perdana Menteri Mark Rutte mengutuk demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi menyebutnya sebagai "kekerasan kriminal".
BACA JUGA: Belanda Tangkap 'El Chapo dari Asia', Gembong Narkoba Paling Diburu di Dunia
"Itu tidak bisa diterima. Semua orang normal akan menganggap ini ngeri," kata Rutte kepada wartawan sebagaimana dilansir BBC.
"Apa yang memotivasi orang-orang ini tidak ada hubungannya dengan protes, itu adalah kekerasan kriminal dan kami akan memperlakukannya seperti itu."
Kerusuhan dimulai pada akhir pekan ketika pengunjuk rasa menolak dan memprotes pembatasan virus corona yang baru diberlakukan. Kekerasan pada Minggu digambarkan oleh polisi Belanda sebagai kerusuhan terburuk di negara itu dalam empat dekade.
Belanda memiliki hampir satu juta kasus Covid yang dikonfirmasi sejak awal wabah, dengan lebih dari 13.500 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins di AS, yang melacak pandemi.
Pemerintah Belanda telah memberlakukan langkah-langkah terberatnya sejak dimulainya pandemi - termasuk jam malam yang berlangsung dari pukul 21:00 hingga 04:30. Ini adalah jam malam pertama yang diberlakukan di Belanda sejak Perang Dunia Kedua.
Siapa pun yang kedapatan melanggarnya akan didenda € 95 (sekira Rp1,6 juta).
Bar dan restoran negara telah ditutup sejak Oktober, sementara sekolah dan toko non-esensial tutup bulan lalu.
Belanda telah memberlakukan larangan penerbangan dari Inggris, Afrika Selatan, dan Amerika Selatan telah diberlakukan karena kekhawatiran akan varian baru virus tersebut.
(Rahman Asmardika)