BNPB : Sejak 2011 Kalsel Sudah Dilanda Banjir

Binti Mufarida, Jurnalis
Selasa 02 Februari 2021 12:05 WIB
Banjir di Balangan, Kalimantan Selatan. (BPBD Balangan)
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah dilanda banjir sejak 2011. Karena itu, banjir di Kalsel pada Januari 2021 merupakan bencana yang berulang.

“Sejak 2011 hingga 2018 juga telah terjadi banjir di Kalimantan Selatan. Jadi artinya memang riwayat Kalimantan Selatan ini sudah sering terjadi,” ungkap Plt Deputi Sistem dan Strategi sekaligus Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam Focus Group Discussion (FGD) “Banjir di Kalimantan Selatan” secara virtual, Selasa (2/2/2021).

Raditya melaporkan, total sebanyak sebanyak 633.732 jiwa atau 176.276 KK (kepala keluarga) terdampak banjir Kalsel hingga saat ini. Nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut sebesar Rp1,127 triliun.

“Banjir ini telah berdampak pada ratusan ribu jiwa mengungsi dan juga kerugian dari banjir ini triliunan rupiah,” katanya.

Baca Juga : Soal Penyebab Banjir di Kalsel, Ini Penjelasan LIPI

Raditya mengatakan, 11 dari 13 kabupaten/kota terdampak akibat banjir di Kalsel ini. “Dampak dari 13 kabupaten kota yang ada di Kalimantan Selatan, ini ada 11 terdampak. Dari catatan kami dapatkan dengan kerugian sampai triliunan rupiah.”

“Artinya memang dampak bencana itu kerugiannya dalam waktu sekejap bisa hilang investasi prestasi pembangunan yang telah dilaksanakan suatu wilayah bilamana terjadi bencana,” tutur Raditya.

Ia mengatakan, sebanyak 2.736 personel relawan terdaftar untuk penanganan banjir di Kalsel. “Terima kasih juga teman-teman relawan yang bergabung di situ, dikoordinasikan dalam Desk Relawan, ada 55 lembaga dan 2.736 personel yang terdaftar,” katanya.

Baca Juga : 2 Kecamatan di Balangan Kalsel Diterjang Banjir, 1.843 Jiwa Terdampak

Selain itu, dampak dari bencana banjir ini merenggut 15 jiwa. “Kita lihat bahwa update yang terjadi saat itu dengan jumlah 11 kabupaten kota dan total kerusakan yang ada hingga triliunan itu juga menyebabkan juga kerugian yang besar termasuk merenggut 15 jiwa. Dan kita tahu ada 54.000 rumah yang rusak terdampak,” kata Raditya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya