Diterpa Isu Kudeta, Pengurus dan Kader Demokrat Jabar 1.000% Solid

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis
Selasa 02 Februari 2021 15:57 WIB
Partai Demokrat. (Foto: Okezone.com)
Share :

BANDUNG - DPD Partai Demokrat Jawa Barat menyatakan seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat Jabar, solid mendukung kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pernyataan tersebut disampaikan DPD Partai Demokrat Jabar, menyusul isu kudeta terhadap Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.

"Terkait soal tingkat soliditas pengurus dan kader Partai Demokrat, saya pastikan 1000% sangat solid," kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Asep Wahyu Wijaya dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Asep memastikan, kinerja seluruh pengurus dan kader DPD Partai Demokrat Jabar di bawah kepemimpinan AHY saat ini dalam kondisi optimal.

"Kondisi pengurus dan kader di bawah pimpinan Ketum AHY ini sedang dalam kondisi high performance," ujarnya.

Baca juga: Kasus Partai Demokrat, Pengamat Sebut Pembajakan Partai Bisa Cepat dan Sistematis

Menurut Asep, soliditas yang terbangun bukan semata-mata didasari oleh aura dan spirit yang dipancarkan AHY, melainkan karena isu dan gagasan yang digaungkan AHY. Partai Demokrat berkoalisi dengan rakyat benar-benar sangat mengikat dan menguatkan daya juang pengurus dan kader di tataran akar rumput (grass root).

"Jadi, ketika ada oknum-oknum dari internal atau eksternal Partai Demokrat yang mencoba untuk mengacaukan soliditas Partai Demokrat, saya pastikan bahwa mereka amat salah bacaannya. Apalagi, ketika DPP Partai Demokrat pun mensinyalir ada pihak-pihak dari Istana yang juga turut dalam upaya ini," tutur Asep.

Baca juga: Kader Ungkap Ada 4 Faksi di Tubuh Partai Demokrat

Asep pun mengingatkan semua pihak agar tidak coba-coba merusak soliditas yang telah terbangun di tubuh Partai Demokrat. Jangankan melakukan, kata Asep, berpikir untuk kudeta pun harus dibuang jauh-jauh.

"Mengapa? Karena seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat saat ini sedang asyik bermesraan dengan rakyat. Jadi, sebaiknya memang jangan diganggu. Selain sangat tidak etis perbuatan itu pun sangat tidak Pancasilais," tutur Asep.

"Saya sarankan, jangankan untuk melakukan perbuatan tercela itu (kudeta), berpikir pun sebaiknya jangan," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya