Di Balik Laris Manis Pesanan Peti Mati Covid-19, Pengusaha: Saya Sedih dan Marah

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 16 Februari 2021 13:01 WIB
Foto: BBC News Indonesia
Share :

"Artinya, harus ada posko di desa. Posko yang mendampingi puskesmas, yang mendampingi tim pelacak. Sehingga mereka yang diisolasi, dikarantina harus 14 hari dikurung," kata Alexander dalam diskusi yang disiarkan YouTube BNPB, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Alex mengungkapkan pemerintah juga menggencarkan pelacakan kontak, selain sosialisasi protokol kesehatan 3M. Sejauh ini pemerintah mencatat sudah terdapat 4.000 relawan yang menjadi tim pelacak. "Tracer ini akan didampingi oleh pemerintah, dan juga polisi desa. Untuk bisa bersama-sama, sekaligus mengawasi yang diisolasi, dan juga dikarantina," katanya.

Akan tetap melonjak tanpa penanganan di bagian hulu

Pakar epidemiolog, Masdalina Pane, menilai angka kematian yang tinggi di Indonesia disebabkan keterlambatan mendeteksi kasus, dan rumah sakit yang penuh sehingga pasien Covid-19 tak bisa mendapat perawatan yang baik.

"Mengatasi pandemi di hilir saja, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Itu seperti menggarami lautan, nggak akan ada habisnya kalau di hulunya tidak kita perbaiki," kata kepala bidang pengembangan profesi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) ini.

Menanggapi kebijakan teranyar untuk PPKM skala mikro, Masdalina menyoroti tentang kemampuan pelacakan kontak erat terhadap orang dengan Covid-19. Menurutnya, kontak erat ini memiliki kemungkinan besar untuk mendapat orang terinfeksi virus corona.

"Hampir 65% dari kontak itu, dalam waktu tertentu mereka akan jadi positif juga," katanya.

Masdalina memperkirakan penambahan kasus semakin besar seiring dengan penelusuran kontak erat dalam kebijakan PPKM skala mikro, karena data yang ada saat ini hanya penampakan "gunung es", yang bagian bawahnya terus terjadi "penularan".

Selain itu, PPKM skala mikro yang Masdalina sebut sebagai "karantina rumah" juga perlu memperhatikan kebutuhan logistik orang yang sedang menjalani karantina atau isolasi. Ia memperkirakan pemerintah perlu membantu kebutuhan logistik 20% keluarga yang melakukan karantina rumah. "Ini harus dibantu," katanya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya