"Kemudian, mereka juga menggunakan alasan KLB (Kongres Luar Biasa), karena faktor internal, padahal persoalannya adalah eksternal, yakni kelompok ini sangat menginginkan Seseorang sebagai Capres 2024 dengan jalan menjadi Ketua Umum PD melalui KLB," terangnya.
Menurut AHY, ia telah mendapatkan sinyal bahwa dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tahu mengenai apa yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam GPK PD secara ilegal. Apa yang menjadi klaim mereka, hanya upaya kelompok GPK PD yang ingin menakut-nakuti kader serta berupaya merusak hubungan baik SBY dan Jokowi.
Baca Juga : Di Tengah Isu Kudeta, AHY Tegaskan Hubungan SBY-Jokowi Baik-Baik Saja
"Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik. Tapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," ujar AHY.
(Erha Aprili Ramadhoni)