Mobil yang membawa jenazah dari Ibu Kota Kabupaten TTS tak bisa melanjutkan perjalanan karena arus banjir yang deras sehingga warga terpaksa menggotong jenazah menerobos banjir. Warga juga terpaksa melintasi anak sungai lainnya dengan jarak tempuh 7 kilometer agar bisa tiba di tempat permakanan keluarga di kampung ini.
Sekedar diketahui, di lokasi ini meskipun tidak hujan, ancaman banjir bisa terjadi setiap saat karena merupakan hilir dari Sungai Nisnoni.
(Fahmi Firdaus )