KOLAM Segaran terletak di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Orang yang pertama kali menemukan kolam adalah Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1926. Ia mengajak Adipati Mojokerto dan warga setempat untuk melakukan konservasi pusaka kecil-kecilan di Trowulan.
Henry menemukan situs terpendam dan banyak artefak. Sebagian besar berbalut emas, namun saat pendudukan Jepang , Henry ditangkap dan terjadi eksploitasi besar-besaran.
Saat itu hampir setiap hari di desa Kemasan ditemukan emas. Nama desa ini konon berasal dari banyaknya emas di dalam tanah. Munculah para pemburu harta karun selain warga setempat yang ikut memburu emas. Ini terus berlangsung sampai tahun 1965.
Pada tahun 1966, kolam Segaran dipugar, namun kegiatannya hanya berlangsung setahun, pemugaran yang lebih terencana dan terarah baru dilakukan tahun 1974 dan selesai tahun 1984. Saat pemugaran pertama dtemukan bandul jaring, kail pancing dari emas, dan sebuah piring berbahan emas . Penemuan itu ditulis di dinding Museum Trowulan. Posisinya di sebelah kanan batu Surya Majapahit.
Menurut berita Cina dan cerita rakyat, kolam tersebut digunakan untuk rekreasi dan menjamu tamu dari luar negeri. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar karena kedatangan duta dari Cina, angkatan perang negeri Tartar.