Bima Arya Kembali Gagal Divaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Senin 01 Maret 2021 12:06 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto : Okezone/Putra Ramadhani Astyawan)
Share :

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya kembali gagal menjalani vaksinasi Covid-19. Hal tersebut disebabkan tingkat imunitas atau antibodi titernya masih tinggi sehingga tidak perlu divaksin.

"Iya saya konsultasi ke dokter. Dokter menyarankan untuk dicek dulu secara keselurahan. Jadi saya tes darah total keseluruhan nah di situ kemudian didapati bahwa salah satu yang dicek adalah tingkat imunitas atau antibodi saya jadi dites secara kuantitatif antibodi saya dan ini menunjukan angkanya 197, 9," kata Bima kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Mendapati hasil itu, Bima kemudian kembali berkonsultasi kepada dokter spesialis termasuk Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan menyarankan sementara tidak perlu divaksin.

"Saya mendiskusikan, mengonsultasikan angka ini kepada beberapa dokter spesialisnya dan juga saya komunikasikan dengan Menteri Kesehatan kemarin pak Budi Gunadi, semuanya menyarankan kepada saya karena titer (antibodi) ini masih tinggi jadi belum diperlukan vaksin lebih baik yang lain yang dibutuhkan kira-kira begitu," ungkap Bima.

Tiga bulan ke depan, lanjut Bima, dirinya akan kembali memeriksa antibodi di tubuhnya. Jika sudah turun, barulah tubuhnya harus mendapat vaksin covid-19.

"Tiga bulan lagi saya akan cek lagi. Kalau titernya, sudah turun berarti perlu diboost (divaksin). Karena kan divaksin memboost titer," tambahnya.

Bima menjelaskan, kondisi tubuh para penyintas berbeda-beda. Bukan berarti dengan antibodi yang masih tinggi tidak layak mendapat vaksin, tetapi memang belum membutuhkan vaksin.

Baca Juga : Hari Ini Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta

"Bulan ini genap 1 tahun saya menjadi penyitas dan ternyata angka itu masih tinggi. Nah karena itu sebetulnya untuk penyitas boleh boleh aja. Kan tidak semua mendapatkan kesempatan untuk bisa di tes. Karena tidak ada efek samping sebetulnya. Tidak ada efek samping jadi bagi penyintas setelah 3 bulan boleh saja tetapi bagi yang sudah tahu angka titernya tinggi tidak vaksin pun tidak apa-apa," bebernya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya