Apresiasi Langkah Proaktif Bupati Bantaeng, Menko PMK: Penanganan Kemiskinan Kunci Penurunan Stunting

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 03 Maret 2021 07:37 WIB
Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)
Share :

KABUPATEN BANTAENG - Permasalahan stunting merupakan masalah serius dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Tantangan ini harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen. Presiden RI Joko Widodo mencanangkan target penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menjelaskan, kunci untuk menurunkan stunting adalah penanganan kemiskinan. Menurutnya, kemiskinan merupakan salah satu penyebab ibu dan anak tak memeroleh gizi yang cukup.

Baca Juga: Indeks Kasus Stunting Indonesia Membaik, Kemenkes: Asupan Gizi Masyarakat Meningkat

"Memang tidak semua orang miskin anaknya stunting. Tapi sebagian besar stunting itu diakibatkan karena kemiskinan. Dan karena itu kemiskinan itu yang harus ditangani," ujar Menko PMK di Gedung Penanggulangan Gizi Terpadu di Desa Lumpangan, Kecamatan Pajukakang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Selasa (2/3).

Dalam kesempatan itu, Menko PMK didampingi Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Bantaeng Ilham Azikin, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Anggota Komisi IX DPR RI Alyah Mustika Ilham.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Potensi Anak Stunting

Lebih lanjut Menko PMK mengatakan, kaitan antara kemiskinan dan munculnya stunting pada anak sangat erat. Apalagi di masa pandemi Covid-19, angka kemiskinan juga mengalami peningkatan. Karena itu, pemerintah menggelontorkan berbagai stimulus agar kemiskinan bisa teratasi. Seperti program Bantuan Sosial, Bantuan Langsung Tunai (BLT), program sembako, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Ini sangat penting. Karena itu kita mengupayakan jangan sampai ada keluarga miskin baru bertambah," tuturnya.

Menko PMK menerangkan, pencegahan stunting juga harus dimulai sejak dini sebelum pernikahan. Pada remaja putri, menurut dia, sekolah bisa mengajarkan kesehatan reproduksi, dan soal pemenuhan gizi yang baik.

"Saya sangat percaya biaya penanganan stunting akan lebih murah kalau pencegahan lebih diutamakan. Pendekatan kesehatan (health approach) akan lebih murah dari pendekatan pengobatan (treatment approach)," terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya