Hadapi Varian Baru Covid-19, Epidemiolog : Penerapan 5M & 3T Harus Ditingkatkan

Fahreza Rizky, Jurnalis
Kamis 04 Maret 2021 09:54 WIB
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. (Ist)
Share :

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi cepat dan tepat varian baru virus corona B117 yang saat ini sudah masuk ke Indonesia.

Menurut dia, pemerintah perlu menambah strategi pencegahan dari 3M menjadi 5M, antara lain mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Lalu 3T yang terdiri atas tracing, testing dan treatment harus lebih dimasifkan lagi di samping vaksinasi Covid yang sudah berjalan.

"Kombinasi strategi yang dilakukan pemerintah tetap sama, 3T, 5M dan vaksinasi. Hanya itu harus dua atau tiga kali lipat," ujar Dicky melalui rekaman video kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (4/3/2021).

Dicky mengimbau masyarakat tidak perlu panik atas strain baru Covid-19 ini. Namun demikian, kewaspadaan perlu ditingkatkan, di antaranya dengan bersikap konsisten menjalankan 5M. Bahkan kalau perlu pemakaian masker menjadi dua lapis untuk upaya maksimal.

"(Kalau) pakai masker kain sebaiknya dua lapis. Lalu tenaga kesehatan kalau memakai masker bedah harus dipakai dengan benar. Kemudian membatasi mobilitas betul-betul dipatuhi selain membatasi interaksi dan menjauhi kerumunan," tutur Dicky.

Menurut Dicky, 5M menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi infeksi strain baru Covid-19. Jika masih 3M, kata dia, itu akan tertinggal jauh dari virus ini dan akan melahirkan strain-strain baru lainnya.

Baca Juga : Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Langkah Ini yang Perlu Dilakukan

"Kita harus memperkuat 3T, 5M dan vaksinasi. Vaksin efektif, tapi harus dikombinasikan dengan 5M," tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya