Sementara itu Kabid Kesehatan Masyarakat, Televisianingsih Dwi Kentjana mengatakan pihaknya saat ini tetap melakukan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 adalah untuk kepentingan masyarakat sendiri. Sopir yang menolak vaksin juga akan diedukasi karena hal ini untuk kepentingan mereka sendiri.
"Kalau ada yang menolak akan kami edukasi terus, dan ditanyakan kenapa menolak jadi kita edukasi vaksin ini sangat bermanfaat bagi mereka sehingga mereka punya daya tahan tubuh yang kuat dan tidak menjadikan mereka sumber penularan Covid-19," ujar Televisianingsih.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang sendiri menargetkan ada 1.000 pekerja transportasi mulai dari sopir angkot, sopir bus, bahkan pengemudi ojek online dan ojek pangkalan. Sementara itu, diketahui bahwa sampai saat ini sudah hampir 20.000 pekerja publik yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama, dan untuk tahap selanjutnya akan diberikan untuk masyarakat umum.
"Target kita hari ini ada 1000 pekerja transportasi yang divaksin, kalau pekerja publik sudah dapat vaksin semua baru setelahnya masyarakat umum yang divaksin," pungkasnya.
(Arief Setyadi )