Soal Vaksin Palsu, Polri Akan Backup Lembaga Terkait Agar Tidak Masuk ke Indonesia

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Jum'at 05 Maret 2021 13:37 WIB
Vaksin Covid-19.(Foto:Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Untuk mencegah masuknya vaksin Covid-19 palsu ke Indonesia, Mabes Polri siap melakukan sejumlah antisipasi berupa pengamanan. Namun, Polri sifatnya hanya membackup lembaga yang bertanggung jawab untuk mendatangkan vaksin tersebut.

"Yang jelas soal vaksin palsu ini ada pihak yang akan bertanggung jawab disitu. Tetunya Polri akan membackup untuk mengantisipasi vaksin palsu itu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (5/3/2021).

Meski begitu, Rusdi menekankan, sampai saat ini di Indonesia belum ada temuan atau indikasi soal vaksin Covid-19 yang palsu. "Tapi sejauh ini di Indonesia belum ada kasus vaksin palsu," ujar Rusdi.

Baca Juga: Polisi Gerebek Jaringan Vaksin Covid-19 Palsu di Dua Negara

Di sisi lain, Rusdi mengungkapkan, Polri akan melakukan pengamanan sejak vaksin tersebut didatangkan dari luar negeri ke Indonesia. "Polri telah melaksanakan pengamanan mulai kedatangan vaksin di Bandara Soetta (Soekarno Hatta)," ucap Rusdi.

Selain kedatangan, Polri juga melakukan pengawalan saat proses distribusi vaksin Covid-19 ke wilayah di Indonesia. Serta, mengamankan ketika teknis vaksinasi tersebut ke masyarakat.

Baca Juga: Waspada! Vaksin Covid-19 Palsu Beromzet Miliaran Rupiah

"Sampai pendistribusian vaksin di daerah, dan turut pula melaksanakan pengamanan kegiatan vaksinasi pada tempat/titik vaksinasi," ujar Rusdi.

Menurut Rusdi, seluruh upaya dan antisipasi tersebut merupakan bagian dari mendukung program vaksinasi nasional yang digagas oleh Pemerintah Indonesia. "Dan kegiatan pengamanan ini bersinergi dengan instansi terkait lainnya," ucap Rusdi.

Sekadar diketahui, polisi di China dan Afrika Selatan menyita vaksin virus Corona yang diduga palsu.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya