Dukung Vaksinasi, Pakar Untar ungkap Keamanan dan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Karina Asta Widara , Jurnalis
Sabtu 06 Maret 2021 13:17 WIB
Foto : Dok Universitas Tarumanegara
Share :

Kerugiannya adalah tidak efektif untuk variant South Africa B1351. Response immune lamban, sehingga perlu diberi adjuvant atau booster. Cara produksi rumit. Perlu bakteri atau plasmid. Kebersihan ketat agar tidak terkontaminasi.

Cara kerja vaksin protein subunit adalah melalui expose kontak molekul pathogen dengan cara menyuntikkan fragment protein spesifik virus yang telah dimurnikan, untuk stimulasi sel immune. Suntikan dapat secara intra-muscular (IM), electroporation dengan gene gun atau injectable hydrogel.

Electroporation adalah dengan gelombang pendek aliran listrik untuk menciptakan pori sementara pada membrane cell dengan gene gun yang memakai helium mendorong DNA masuk kedalam kulit, yang kemudian menyatu dengan sel membrane.

 Keuntungan dan Cara Kerja dari Vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara adalah dendritic cells-based vaccine. Yakni vaksin yang memakai dendritic cells untuk memicu reaksi immune sel tubuh untuk membuat antibody terhadap SARS-CoV-2. Vaksin ini adalah produksi dari Indonesia.

Keuntungan vaksin Nusantara adalah biaya produksi murah, tidak perlu dibuat di pabrik besar. Memakai autologous cells, tidak ada komponen sel hidup sehingga bisa diberikan pada cormorbid termasuk yang alergik.

Kerugian vaksin Nusantara adalah bersifat individu, perlu kontak dengan jarum suntik berkali-kali, harus menjaga sterilisasi ketat, sulit untuk produksi vaksin secara massal dengan cepat, sehingga tidak dapat mempercepat tercapainya herd immunity.

Cara kerja vaksin Nusantara adalah pengambilan darah autologous dari individu masing-masing, lalu di inkubasi ex vivo dengan spike protein SARS-CoV-2, dengan atau tanpa GM-CSF. Setelah itu harvest dendritic cells, kemudian suntik kembali pada individu masing-masing tersebut.

GM-CSF adalah granulocyte-macrophage colony-stimulating factor. Yakni suatu monomeric glycoprotein yang berfungsi sebagai cytokine. Sebagai growth factor untuk sel darah putih (white blood cell growth factor).

CM

(Yaomi Suhayatmi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya