"Kali ini sungguh berbeda karena aktor eksternal yaitu KSP saudara Moeldoko yang terlibat langsung dan dengan kesadaran penuh mengambil kepemimpinan PD secara tidak sah secara ilegal dan secara inkonstitusional," ujarnya di lokasi.
AHY mengecam pelaksanaan KLB Demokrat tersebut. Ia menilai, Moeldoko yang ditetapkan menjadi ketua umum memiliki sifat tidak bermoral dan tidak berjiwa ksatria. Karena itulah, pihaknya akan melawan hasil KLB tersebut.
"Dinobatkan sebagai ketua umum PD versi KLB di Deliserdang Sumut, ya sungguh sesuatu yang tidak terpuji, tidak ksatria, dan memalukan karena jauh dari moral etika dan keteladan di partai ini. Kami tentu punya hak dan kewajiban moral melawan GPK PD yang tidak sah itu," jelas AHY.
Kader Demokrat yang berada di lokasi pidato AHY pun memekikkan perlawanan. AHY pun menegaskan tidak akan mundur sejengkal pun atas upaya pengambilalihan partai yang dipimpinnya tersebut.
"Kalau kami diam, artinya sama saja bahwa PD juga membunuh demokrasi di negeri kita," tutup AHY disambut teriakkan kader.
(Fakhrizal Fakhri )