“Segala sesuatu atas kehendak Allah SWT. Kalau cuma masuk Ngaglik saja, menjadikan pangkat dicopot kan nggak mungkin, “ kata Sukarjan, Minggu (7/3/2021).
Menurutnya, sudah banyak riwayat pegawai pemerintah menolak masuk Dusun Ngaglik. Ia mencontohkan bidan desa. Ibu melahirkan di desa lain rutin dijenguk dan dilayani bidan. Tapi khusus ibu-ibu melahirkan di kampungnya tidak mendapatkan pelayanan semacam itu.
“Kami juga ingin memperoleh pelayanan yang sama, masak akan begini terus sampai anak cucu kelak. Tolonglah, yang masuk akal, “ katanya.
Ia menceritakan saat ada proyek bantuan pemerintah, pegawai yang akan monitoring dan evaluasi lebih memilih datang ke Balai Desa Kedungasem. Untuk cek lokasi, biasanya diwakilkan kepada perangkat desa.
“Pernah ada bantuan sumur. Pegawainya di balai desa, lalu kameranya dititipkan pak perangkat desa. Perangkat desa yang ngalahi datang ke sini, “ ujarnya.