NEW YORK - Badan Akuntabilitas Polisi di Rochester, New York, menyerukan perubahan mendasar di departemen kepolisian kota setelah polisi mengatakan seorang ibu berkulit hitam disemprot merica selama penangkapan.
Hal ini terungkap melalui video yang merekam insiden itu yang melibatkan anak berumur tiga tahun.
Insiden tersebut adalah yang terbaru yang melibatkan petugas polisi Rochester yang memicu kecaman secara luas.
Rekaman bodycam dari insiden pada 22 Februari lalu itu menunjukkan seorang petugas, menanggapi keluhan pengutilan, menghadapi seorang wanita, yang terlihat memegangi balita tersebut.
Wanita itu pun m isi dalam tasnya kepada petugas dan bersikeras dia tidak mencuri apa pun.
Video tersebut menunjukkan petugas meminta wanita itu untuk menunggu bersamanya, tetapi dia melarikan diri dengan membawa anak di pelukannya. Petugas kemudian mengejarnya di jalan, menangkapnya di tempat parkir dan menahannya.
Anak itu terlihat berkeliaran dan menangis sampai akhirnya petugas lain tiba di tempat kejadian dan membawa anak itu pergi.
(Baca juga: Pendeta Dikecam Setelah Berikan Khotbah "Istri Piala Epik Sepanjang Masa" Melania Trump)
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Kepolisian Rochester mengatakan petugas menanggapi laporan pengutil wanita yang "berdebat dengan karyawan toko dan menolak untuk pergi."
Polisi mengatakan wanita yang disemprot merica cocok dengan deskripsi tersangka dalam pengaduan tersebut.
"Anak itu tidak disemprot merica atau terluka selama penangkapan," lanjut pernyataan itu.
“Wanita itu dituduh masuk tanpa izin dan diberi tiket pengadilan,” terangnya.
Polisi mengatakan petugas itu telah ditempatkan pada tugas administratif sampai penyelidikan internal selesai.
Departemen Kepolisian Rochester belum menanggapi permintaan komentar CNN.
Kepala Kepolisian Rochester Cynthia Herriot-Sullivan mengatakan selama konferensi pers pada Jumat (5/3) jika tampaknya petugas mengikuti kebijakan departemen tentang semprotan merica, yang diizinkan jika individu "secara fisik melawan."
(Baca juga: Menang Taruhan Capai Follower 3 Juta, Influencer Pria Ini Operasi Implan Payudara)
Tetapi pertanyaan muncul tentang perlunya penggunaan cara semacam itu.
Diketahui, Departemen Kepolisian tersebut telah diserang sejak kematian Daniel Prude tahun lalu, seorang pria kulit hitam yang mengalami krisis kesehatan mental.
Menurut rekaman bodycam kala itu, petugas polisi Rochester memborgolnya dan menutupi kepalanya dengan "kaus kaki” setelah dia meludahi petugas,