Wajah dan Asal Usul Gajah Mada Masih Misterius

Doddy Handoko , Jurnalis
Senin 08 Maret 2021 06:05 WIB
Illustrasi patung Gajah Mada (foto: Sindo)
Share :

JAKARTA - Selama ini, wajah Gajah Mada dikenal dari buku-buku sejarah. Namun gambaran yang pasti sebenarnya masih menjadi tanda-tanya. Penemuan terakota pipi di Trowulan yang disebut-sebut sebagai perwujudan wajah Gajah Mada sampai saat ini juga belum terbukti.

Wajah Gajah Mada dikenal sekarang ini disebut-sebut hanya rekaan Moh.Yamin, penulis buku “Gajah Mada Pahlawan Nusantara”. Ada kemiripan wajah Gajah Mada dengan wajah Moh.Yamin.

"Kemungkinan Yamin menggambarkan wajah Gajah Mada dari sisi karakternya yang keras dan tegas," kata PNA Mas'ud Thoyib Jayakarta Adiningrat, Budayawan yang juga Pengageng Kedaton Jayakarta.

Baca juga: Misteri Ramalan Kemerdekaan di Panggung Sangga Buwana Keraton Solo

Selain wajah, asal-usul Gajah Mada juga masih misterius. Arkeolog yang juga sejarawan Fakultas Sejarah Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar menuliskan, bahwa secara arkeologis belum ditemukan data tentang asal Gajah Mada. Bahkan beberapa temuan prasasti-prasasti yang menyinggung tentang cerita Gajah Mada belum bisa digunakan untuk penelitian sejarah cikal bakal Gajah Mada.

Terdapat beberapa prasasti diantaranya, Prasasti Gajah Mada di situs Candi Singosari (Tahun 1351 M), Prasasti Relief Mahameru (Pawitra) yang menjelaskan Mahameru sebagai titik asis mundi.

Baca juga: Melacak Diet Manusia Purba

Candi Tikus di situs Trowulan yang gayanya mirip Candi Singosari. Candi Kepung 7 meter di muka tanah sangat dekat dengan Candi Tikus di Kepung Kediri. Ada lagi Prasasti Hemadwalandit, Prasasti Bendodari (Tahun 1360 M).

Selama ini tidak ada bukti arkeologis yang ditemukan tentang Gajah Mada. Ada yang menduga berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Di daerah Desa Modo dan sekitarnya termasuk Desa Pamotan, Desa Ngimbang, Desa Bluluk, Desa Sukorame ada cerita rakyat. Cerita itu mengisahkan bahwa Gajah Mada adalah kelahiran wilayah Desa Modo.

Kelima desa itu merupakan daerah ibu kota sejak didirikan jaman Kerajaan Kahuripan Erlangga.

Ada juga daerah yang mengakui sebagai tempat meninggalnya Gajah Mada seperti dari Buton, dari Wange-wange Bali. Ada yang mengatakan bahwa Gajah Mada adalah keturunan pasukan Tor-Tor.

Akhir hidup Gajah Mada juga tidak diketahui. Gajah Mada tidak diketahui mempunyai istri dan keturunan. Tidak diketahui juga saat meninggal. Tidak ada yang tahu lokasi perabuannya.

Ada juga pertanyaan tentang di mana Gajah Mada menghabiskan sisa hidupnya setelah tidak menjadi Mahapatih. Tidak ada candi yang didirikan untuk mengenang Gajah Mada.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya